RSS

Gejala Bahasa

01 Agu

Gejala bahasa atau peristiwa bahasa bisadikategorikan jenis-jenisnya, kita sedang tidak belajar sastra jadi kita ambil saja contoh-contoh yang umum sehingga mudah bagi kita untuk mempelajarinya.
Contoh-contoh:

1. Kaccang

Beberapa kata yang menggunakan huruf “c”, pada kosa kata kedua yang diakhiri huruf “ng”, biasanya diucapkan menjadi 2 huruf.

Kacang menjadi Kaccang

2. Moccak

Hurud “s” pada kosa kata kedua yang diakhir dengan vokal, biasanya akan dibaca dengan huruf “c”, dan kalikan dengan 2>

Mosak = Moccak
Note:
Moccak adalah Jenis beladiri (silat) khas Batak.

3. Kepeng

Jika suatu kata yang awalnya huruf “h” dilanjutkan dengan kata berikutnya yang ada huruf “ng”, maka lidah batak dengan cepat akan mengatakannya menjadi “k”.

Ndang adong hepeng, menjadi Ndang adong kepeng

Ndang (tidak), adong (ada), hepeng (uang), tidak ada uang

4. Kon

Semua kata yang diakhiri dengan kata “-hon”, dibaca menjadi “-kon”..

Sohuribakhon, menjadi sohuribakkon

kata ini sendiri adalah bentukan dari “so tung hu ribakhon”,
sotung = jangan sampai
hu = dari kata ahu = aku
ribakhon = robek

jado “sotung huribakkon” artinya “jangan sampai ku robek” (dalam konotasi tertentu ini lebih ke merobek mulut seseorang, kata yang sangar sekaligus sering digunakan untuk bersendagurau kepada sesama sabahat dekat, tentunya jangan ucapkan sembarangan kalau belum kenal, nanti bisa berabe)

5. Ku

Hu, atau aku, jika cepat dicapkan dan sangat enak didengar telinga orang batak jika dibaca menjadi “ku

Ndang huboto i, menjadi Ndang kubotoi
Aku tidak tahu itu, itu terjemahannya.

6. Sitokkar.

Jika ada kata “ng” pada kosa kata kedua, atau konsonan “m”, “n”, etc, dan diteruskan lagi dengan kosa kata ke dua yang diawali huruf vokal maka ganti “ng”, “m”, “n”, etc, menjadi konsonan itu sendiri.

ng menjadi konsonan k:
1. Ai ise do sitongkar ni motoron, menjadi Ai ise do sitokkar ni motoron
Ai ise do = siapa seh
sitongkar = kernet
ni motoron = dari mobil ini
diterjemahkan menjadi:
Siapa gerangan kernetnya kendaraan ini.

2. Ingkon songonido boru ni raja, menjadi Ikkon songonido boru ni raja
Ingkon = harus
songonido = seperti itu
boru ni raja = putri raja

diterjemahkan menjadi:
Harus seperti itulah putri raja
(note, semua boru batak disebut boru ni raja, tak terkecuali, dahulu marga setiap wanita selalu disebutkan BR, contoh: Hasian BR TOBING, artinya Hasian Boru ni Raja Tobing )

m menjadi p:
Hutana didok nadeba sitompa hudon, menjadi Hutana didok nadeba sitoppa hudon.

Hutana = kampungnya
didok = dikatakan
nadeba = yang lain
sitompa = pembuat
hudon = periuk
Diterjemahkan menjadi:
Kampungnya dikenal orang lain sebagai si pembuat periuk

dan masih banyak lagi, semoga ada yang bisa menambahkan…

Mauilate, jala horasma dihita saluhutna
(terimakasih, dan horas buat kita semuanya)

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 1, 2011 in Batak

 

Tag:

3 responses to “Gejala Bahasa

  1. Anonim

    Agustus 20, 2014 at 8:47 pm

    Terima kasih atas pelajaran nya,saya suka banget belajar bahasa Batak

     
  2. wahidatun jannah siregar

    November 9, 2014 at 7:49 am

    keren saya snang skali blajar bhsa batak walaupun saya org medan tapi saya tdk bisa ngomng medan

     
  3. Anonim

    Oktober 8, 2016 at 6:33 pm

    siapa aku

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: