RSS

Diluahon

18 Mar

transliterasi dan translasi di dalam bahasa indonesia masa kini, kira-kira begini:

A: Nga mar minggu hamu lae? (Sudah kebaktian Minggu bung?)
B: A dang dope lae bah ai jam sabolas pe hami masuk ..(Waduh belum nih, karena jam sebelas koq biasanya kami mulai kebaktian..
A: O tahe ate..na mandok asa ro hamu annon bah tu jabunta ai diluahon siampudantai..(oh ya yahh.. ngasih tau ajah seh supaya ntar si bung datang ke rumah, si bungsu kita diluahon…)
B: Olo bah rope ahu, ai si Tobing do na mangaluahon dangi? (ok deh saya akan datang nanti, si Tobing kan yang “mau menikahi”?

Note:
marminggu, literalnya adalah “melakukan hari minggu”, karena Kristen melakukan kebaktian mingguan, jadi itu bisa disamakan dengan Kebaktian Ke Gereja pada hari Minggu
diluahon, di dalam adat batak, ada kalanya seorang perempuan “dibawa lari” dari rumah orang tuanya untuk nantinya dinikahi, dahulu prosesi ini agak tidak baik konotasinya, tetapi sesuai perkembangan budaya, prosesi ini bisa dilakukan karena kemungkinan jarak dan tempat yang kurang mendukung. Dan prosesi ini dianggap lebih murah biayanya ketimbang harus melakukan prosesi adat lainnya, seperti “mangalap tuhor raja”.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2010 in Batak, Surat Batak

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: