Horas;
Sekarang kita akan memulai bertanya,.. dan menjawab…
Untuk lebih mudah di dalam memelajari “pertanyaan” maka kita mulai saja dari sebuah “pertanyaan” di pasar.
(Harap diingat di daerah batak pada umumnya belum ada supermarket, pasa tradisional masih banyak, dimana sangat perlu untuk “menanyakan” harga)
Sebagai pembuka, perlu kita ketahui beberapa point berikut:
1. Aku, Saya, bahasa bataknya: Ahu
2. Dia (perempuan/laki-laki): Ibana
3. Kita : Hita
4. Kamu: hamu, langkam (lebih sopan)
5. Mereka: Halaki
6. Itu: Innian, atau bisa juga an
7. Ini : Innion, atau bisa juga on
perhatikan nomor 6 dan 7 di atas,…
dikala belanja di pasar, kita akan menunjuk ‘apa-apa’ yang akan kita beli, jadi disebutlah satu persatun sambil menunjuk, ini,.. itu,.. ini.. itu…, di dalam bahasa batak disebut: on..an.. on… an…
dan bahasa batak dari pasar adalah on-an,..ONAN…ini itu..
Percakapan akan saya buat, dan berikut terjemahan yang kira-kira bisa mendekat terjemahan literal ke batak dicampur-campur dengan bahasa Indonesia masa kini.
Mari kita mulai percakapannya:
Penjual:
Horas inang, tuhor hamu na palia on
(Horas ibu, beli kalianlah pete ini)
Pembeli:
Sadia dibahen
(berapa dibikin)
Penjual:
Hamu nian, hira nasohea do manuhor tu ahu
(Kalian memang, kayak tidak pernah membeli ke aku)
Pembeli:
Bah, ambetak asing dah argana
(wah, siapa tahu lain harganya)
Penjual:
Wee tutu daba inang, hita angka nasa punguan rap mangantusi ma
(yaa benar itu ibu, kita yang satu perkumpulan saling mengertilah)
Pembeli:
Halakan nangkin tolu ribu dibahen sakilo
Penjual:
Ah halaki mai bah, asing do hita
(ah merekalah itu, lain koq kita)
Pembeli:
Bah ai dia do inang, jadi sadia do argana dibahen?
(wah gimananya inang, jadi berapa harganya dibuat?)
Penjual:
Pilliti ma na denggan nai, on .. denggan do on, innian denggan do tong, 5000 ma dua kilo di langkam
(Pilihin saja yang baik-baiknya, ini, bagus ini, itu juga bagus itu, 5000 satu kilo ‘khusus’ untuk kamu)
Pembeli:
Diboto hodo inang, ngadiluahon boru Tobing na di Tarutung i
(Tahu tidak ibu, sudah kawin lari si boru Tobing yang di Tarutung itu)
Penjual:
Ise?
(siapa?)
Boru Tobing nadia ?, rarat boru Tobing di Tarutung puang
(Boru Tobing yang mana, banyak boru Tobing di Tarutung kan?)
Pembeli:
Ah boru ni par lapo i
(ah putri dari tukang warung itu)
Penjual:
Bahh, didia ninna bahenno pestana?
(Bah, dimana katanya pestanya dibuat?)
Pembeli:
Ba dijabu ni paranakma antongda, ai diluahon do
(Ya di rumah mempelai prialah, karena dibawa kawin lari)
Penjual:
Olo tahe ateh. Ibana dabah tabo do, namora halletnya
(Ya juga ya, dia kan enak saja, suaminya orang kaya)
Pembeli:
Ah ho nian inang bah, ai sohamoraoni mambahen na sonang, roha i do
(Ah kamu ini memang inang, bukan kekayaan koq yang membuat senang, hati kita koq)
Penjual:
Emma tutu
(Amiiinn)
Saya rasa cukup sekian dulu (Songoni majolo)
Horas jala mauliatema;
Parhobass

Sabda panjaitan
Oktober 18, 2011 at 11:18 am
Mantappp abizz…..
parhobass
November 4, 2011 at 8:29 am
salam dan terimakasih atas kunjunganna, horas
Tony
Februari 23, 2012 at 8:56 am
Sangat membantu sekali karena saya lagi belajar bahasa Batak supaya mempersiapkan diri ketemu calon mertua!!!
Terimakasih !! GBU